|

Perasaan itu halus begitu sarat dengan segala pelangi rasa. Kini, mungkin tak banyak orang mengira akan hal yang akan terjadi pada dirinya. Begitu sang waktu telah menetapkan suatu peristiwa atau kejadian yang benar-benar akan kita alami. Ia tak akan berhenti untuk berputar barang sejenak.
Kehidupan ini begitu jauh dalam perjalanan. Menempuh hinga akhir dan berakhir dengan begitu baik, itulah idaman setiap insan. Meski hati, terkadang masih hitam putih dengan berbagai warna rasa. Marah, jengkel, emosi, sabar, ikhlas, tulus, egois, kecewa, senang, bahagia.
Begitulah rasa. Terkadang, aku masih belum bisa mengontrol itu semua. Namun semua itu tentu datang dengan segala hikmah yang ada dibaliknya. Karena aku percaya, Alloh SWT akan selalu memberikan yang terbaik buat hidupku sekarang ataupun nanti.
Kebaikan dan keburukan itu selalu saja menempati tempat tersendiri saat kita mengalami perisiwa dalam suatu waktu. Aku bukanlah manusia sempurna. Begitu sarat dengan kebaikan. Tetapi jika memang jejak langkah ini masih dipercaya untuk berdiri dalam kehidupan ini. Ku ingin sekali menggapai semua asa, cita-cita, harapan, impian, keinginan untuk orang-orang yang aku sayangi. Terutama sekali untuk ibuku. Ibu yang tak pernah henti mengeluh meski peluh selalu menyertai. Ibu yang selalu rela dan ikhlas melakukan segala hal untuk anak-anaknya tercinta.
Untuk ayah, yang selalu sabar dan aku tahu, meski dalam penampilan luar terkadang kau terlihat acuh. Tapi, aku percaya bahwa hatimu menunjukkan hal sebaliknya. Begitu tampil dengan semua rasa kasih dan sayang.
Kakakku, dalam doa yang selalu terucap keluar dari bibirmu. Aku tahu semua itu untuk kami sekeluarga. Keikhlasan dan kesabaranmu adalah wejangan yang bisa selalu kuingat darimu. Serta ketiga adikku yang sangat aku sayangi. Meski aku mengaku terkadang, aku terlalu menjengkelkan bagi kalian, yang terlalu menyuruh kalian untuk selalu disiplin. Sejujurnya aku sayanggg banget sama kalian dhek.
Dhek Riza, yang sedang dalam perantauan. aku merindukanmu. Kau tahu dhek, saat kemarin senin malam kebetulan pulang kerumah. Kakak mengajak ibu, berdua berkendaraan motor untuk sejenak ikut pengajain Habib Syech di daerah Medoho. Saat itu pula aku ingat kamu. Dimana pertama kalinya waktu itu kau ajak aku pergi ke pengajian Habib Syech yang begit kau favoritkan pengajiannya. Pengajian yang selalu membuat semangat dan berdebar, jika Sholawat disenandungkan begitu indah dalam alunan musik yang memukau hati.
Kau benar adhekku. Air mata pun jatuh meleleh tak kusadari saat kenangan itu terlintas dibarengi dengan alunan Sholawat serta salam yang ditujukan buat Nabi kita Nabi Muhammad SAW. yang nanti tentu diharapkan syafa'atnya datang kepada kita Amin amin Ya Rabb
Aku senang, aku bersyukur sekali memiliki keluarga yang saat ini selalu kurindu dan selalu membuat ku untuk selalu bersabar dan tetap berusaha untuk bisa memberi kebahagiaan kepada semua. Kepada keluarga dan insyaAlloh kepada orang-orang yang berada di sekeliling kita.
Semoga Alloh SWT tak hanya menyatukan kita sebagai keluarga didunia fana ini, tetapi juga di akhirat kelak nanti. Amin Amin Ya Rabb


