|
Perbedaan, kesalahpahaman bukanlah hal sebaiknya yang harus diperselisihkan. Memang benar terkadang hal tersebut hadir dalam kehidupan manusia. Tengok saja jumlah manusia yang menghuni alam ini. Begitu banyak dan beranekaragam watak serta karakter sifat yang masing masing miliki.
Tetapi jika kita coba merangkul semua perbedaan tersebut dan mewarnai semua dengan kebersamaan. Hidup lebih terasa indah. Hidup akan memiliki jiwa tumbuh. Hidup akan lebih bermakna.
.........
Secuil roti jika dinikmati bersama akan lebih terasa kelezatannya. Tetapi sebongkah kue akan menjadi tak bermakna jika hanya dinikmati seorang diri. Karena dalam sebuah kebersamaan terdapat kebaikan dan rasa kasih sayang, menghargai dan menyayangi. Meskipun mungkin hanya secuil roti, kenikmatan yang tersimpan lebih indah karena dinikmati bersama.
Cobalah meneladani kebersamaan dalam seekor semut. Ia akan terus bersama ketika sedang mencari makan, ketika sedang hendak berjalan. Sesekali semua itu kita lihat dalam barisan semut yang tak pernah sirna. Bahkan jarang sekali mereka terlihat seorang diri ketika mendapatkan sebuah rejeki makanan.
Dan dari kebersamaan tersebutlah timbul sebuah rasa percaya. Kepercayaan yang begitu dalam. Bayangkan, ketika sang semut sedang mencari makan, pasti mereka mempercayakan arah dab jalan yang tepat oleh semut yang ada didepannya. Begitupula yang ada dibelakangnya. Begitulah seterusnya.
Marilah kita bercermin dari hal tersebut. Hilangkanlah semua perbedaan tetapi carilah kesamaan dalam menjalin hubungan. Entah itu dengan teman maupun dengan kekasih. Jika kita telah bisa melihat lubang kesamaannya saja, kebersamaan akan mudah terengkuh. Kepercayaan akan mudah terjalin dan hidup akan lebih indah.....
Tetapi jika kita coba merangkul semua perbedaan tersebut dan mewarnai semua dengan kebersamaan. Hidup lebih terasa indah. Hidup akan memiliki jiwa tumbuh. Hidup akan lebih bermakna.
.........
Secuil roti jika dinikmati bersama akan lebih terasa kelezatannya. Tetapi sebongkah kue akan menjadi tak bermakna jika hanya dinikmati seorang diri. Karena dalam sebuah kebersamaan terdapat kebaikan dan rasa kasih sayang, menghargai dan menyayangi. Meskipun mungkin hanya secuil roti, kenikmatan yang tersimpan lebih indah karena dinikmati bersama.
Cobalah meneladani kebersamaan dalam seekor semut. Ia akan terus bersama ketika sedang mencari makan, ketika sedang hendak berjalan. Sesekali semua itu kita lihat dalam barisan semut yang tak pernah sirna. Bahkan jarang sekali mereka terlihat seorang diri ketika mendapatkan sebuah rejeki makanan.
Dan dari kebersamaan tersebutlah timbul sebuah rasa percaya. Kepercayaan yang begitu dalam. Bayangkan, ketika sang semut sedang mencari makan, pasti mereka mempercayakan arah dab jalan yang tepat oleh semut yang ada didepannya. Begitupula yang ada dibelakangnya. Begitulah seterusnya.
Marilah kita bercermin dari hal tersebut. Hilangkanlah semua perbedaan tetapi carilah kesamaan dalam menjalin hubungan. Entah itu dengan teman maupun dengan kekasih. Jika kita telah bisa melihat lubang kesamaannya saja, kebersamaan akan mudah terengkuh. Kepercayaan akan mudah terjalin dan hidup akan lebih indah.....


