saat semua kembali padaNya

Semarang, hariku berduka
kemarin siang, sebenarnya ingin kusampaikan, namun sayang karena ada suatu sebab aku tak kuasa untuk menuliskannya.
Dua hari yang lalu, aku sering sekali membicarakan soal kematian kepada temanku. Tetapi tak kusangka kemarin, aku mendengar akan kabar teman lamaku telah dipanggil olehNya. Masih ingat dengan jelas dalam benak tentang masa-masa saat sekolah dasar dulu. Bagaimana kita tertawa, tersenyum, bertengkar. Saat-saat seperti itu telah berlalu. Dan sekarang, salah satu dari kita ada yang telah dipanggil olehNya. Sampai jumpa teman. Semoga amal ibadahmu diterima disisiNya. Serta mendapat tempat yang layak disana. Amien. Doa kita selalu menyertaimu temanku. . . .
Kau adalah teman kami dan akan selalu menjadi teman kami selamnya dalam hati dan jiwa kami.


Saat kematian datang,,,sungguh suatu misteri. Mereka bahkan tak pernah meminta sebelumnya. Lalu kenapa masih ada orang yang menginginkan kematian????Apalagi itu temanku lagi "yang lain".
Saat manusia rapuh, memang kebanyakan mereka mengingat kematian, mereka akan merasakan bahwa semuanya hampa, semuanya kosong. Kita bukanlah makhluk yang berguna. Sepertinya banyak orang yang tidak mempedulikan aku lagi. Kata-kata itu lebih sering didapat ketimbang sebuah kata untuk memotivasi diri sendiri. Hal itu, saya anggap wajar. (mungkin karena aku pernah mengalami kondisi tersebut)
Tetapi sangat salah jika masih fokus pada keterpurukan tersebut. Kita masih mempunyai teman-teman yang mampu menjadi "penabur"gula akan pahitnya kehidupan yang dialami.

Bayangkan, mereka yang sebaliknya. Mereka yang masih sangat lama menginginkan dalam merasakan indahnya kehidupan, harus dipanggil Sang Kuasa.
Anda tahu?? Mereka tak pernah menginginkan hal itu terjadi. Tetapi apa daya, sang maut tak mau lagi bernego terhadap sebuah waktu.

Begitupula dengan Anda dan teman-temanku yang saat ini terpuruk dan menginginkan kematian datang menghampirinya. Sesungguhya, sangat bersyukur kita masih diberi kesempatan umur yang lebih, yang dapat kita gunakan untuk melakukan perubahan sikap. Sebagai bahan kajian untuk menjadi sosok manusia yang lebih baik dan dapat berguna dalam menebarkan aroma kebahagiaan bagi siapapun.

Pintu kematian, memang sungguh ghaib. Kita sejatinya, tidak pernah tahu apa yang ada di balik pintu tersebut. Tetapi alangkah Indahnya jika kita tidak menjemput kematian yang kita inginkan. Biarlah Dia yang menjemput kita dengan kematian yang Ilebih indah.

untuk temanku "yang lain"
teruslah kau bangkit untuk harimu yang lebih indah. Ingat, kau msh pnya diriku yang akan berusaha menjadi sahabat yang baik untukmu...temanku, janganlah kau bersdih.
kembangkan senyummu seindah mungkin.......
teman, aku masih menyayangimu

0 Responses