Bebaskan Hati

Gemuruh hati ini selalu saja hadir. Entah apa penyebabnya, aku pun juga tak mengerti. Kondisi hati ini memang sering labil. Apalagi jika mengingat akan semua sikap dan perilakunya kini. “Lalu?? Masihkah akau tetap bertahan dengan perasaan ini?, “ Itulah yang kini menjadi pertanyaan besar yang masih sedia terbentang di alam pikiranku.

Baru saja sekitar beberapa menit yang lalu, saat ku singgahkan diri menghampiri Facebook –jejaring favorit semua kalangan - aku melihat salah satu teman yang mengangkat status, “ jangan mengejarnya. Dan jangan mencarinya. Dia yang akan menemukanmu. Kau lekat dihatinya. Dihari yang tepat. Reff : Tidaklah mawar hampiri kumbang. Bukanlah cinta bila kau kejar. Tenanglah. Tenang. Dia akan datang. Dan memungutmu kehatinya yang terdalam. Bahkan, dia takkan bertahan tanpamu.”

Sungguh. Sungguh. Aku tersadar. Bukan saatnya aku kini menanti ataupun mengajaknya untuk kembali padaku. Tetapi dari itulah akau hanya bisa menangkap sebuah pertanda yang Tuhan berikan. Bukankah pertanda itu terkadang mampu hadir saat kita benar-benar membutuhkannya?


Sebenarnya, sudah hampir setahun kepergiannya. Tapi entah kenapa, hatiku tak bisa mengingkari jika rasa itu masih jelas-jelas lekat berada dihatiku. Kepergian itu memang bukan kenginanku. Tapi aku juga tak tahu apakah itu keinginannya. Yang jelas kita berpisah bukan karena suatu sebab, namun karena ada sesuatu –yang sulit dijelaskan- memaksa kami untuk berhenti berhubungan.

Melangkah menuju impian kami, itulah pada akhirnya jalan yang kami tempuh masing-masing. Mungkin memang Alloh berkehendak demikian buat kebaikan kita semua. Kubiarkan diri ini menghormati akan semua keputusan terbaikNya.

Namun, satu hal yang masih mengganjal. Saat kondisi dimana kita sudah memang tak seperti yang dulu. Lalu, kenapa kini kau mengacuhkan aku sama sekali??? Apa salahku?
Kau tahu, hatiku sakit. Sakit sekali melihat perlakuanmu sekarang padaku. Aku siapa?? Oke, memang tidak seperti yang dulu, tetapi apakah terus seperti ini? Mengacuhkan aku dan tidak pernah sedikitpun menganggap keberadaanku???

Hanya Alloh yang tahu. Sejujurnya, aku masih tulus kepadamu. Namun kini, aku juga tak tahu. Aku tak mau lagi terperangkap dan terjebak dalam kesedihanku. Hidupku masih panjang dan akan berjalan lebih panjang. Aku tak ingin semua rasa ini juga berakhir percuma. Aku ingin membebaskan hatiku kembali. Terbang bersama burung. Berkelana sejauh mungkin dengan sinar mentari yang senantiasa setia tanpa henti menemani langkahku.

Terimakasih telah memberi rasa itu padaku. Terimakasih juga telah membuat diriku berarti dimatamu. Membuat diriku seakan sempurna dan begitu indah dalam keberadaan hidupku.

Kini, semua hati telah kutitipkan pada sang Ilahi. Kutitipkan hatiku padaNya dan kubiarkan tangan-tanganNya yang akan bekerja jauh lebih sempurna untuk hidupku kini, maupun nanti menuju lebih baik dan lebih indah. Dalam kebebasan hati ini, ia akan lebih indah terbang melayang menuju kebebasan. Dan saatnya kembali nanti, sudah ada kebahagiaan yang telah disiapkan olehNya untuk menyambut kehadiranku.

Terimakasih Alloh,
Penjaga hatiku,
Dalam asma terindah kuingin selalu mengingatMu
Disetiap desah nafas dalam hidupku.
^_^

tempat itu

Disudut ruang itu
Duamata menatapku haru
Berkaca derai air mata
Penuh dengan suka cita

Kulihat keriput kulitnya
Membungkus usia tersisa
Pesona penampilan
Sudah tak lagi berkesan

Nenek yang selalu kucinta
Tampil warna budaya
Keelokan pesona
Menghadirkan indah jiwa

Meski nyata kecil sayang
Yang pernah terungkap
Namun ungkap sayang dalam hati
Tak pernah bersyarat hingga kini


Ruang itu selalu saja mengingatkanku. Menyadarkanku akan semua peristiwa lalu. Meski kini tatananmu telah berganti. Menyusun diri membungkus yang lalu dan membuka pesona hunian baru. Namun kesunyian dan ketakteraturannya masih saja mengiang jelas dalam pikiran. Bagaimana dahulu almari itu menatapku saat aku tak pernah berhenti berlalu lalang. Gambar poster boy band 5566 yang masih terpampang jelas di depan kotak di atas rak berderet dengan ranjang berhias. Begitupun saat kau terbaring diatas kasur itu.

#
Meski fisik berujud lemah tetapi senyuman itu tak pernah sesekalipun menunjukkan kelemahan itu. Senyum optimis. Senyum penuh dengan harapan dan kebahagiaan. Kursi itu pun juga tak pernah beranjak pergi. Ia tak pernah selingkuh walau sedetikpun. Wajahnya selalu terpaku tenang menemani disamping posisi kasur itu. Juga dengan segala bantal dan guling yang juga ikut setia menemani dalam hari senjanya.



Tak bisa dipungkiri jika usia manusia selalu bertambah. Sejenak proses membawa sejuta pelajaran tentang makna hidup yang sebenarnya. Aku memang tak mengerti. Karena hidup yang telah kujalani pun tidak seluruhnya kulewati dengannya. Sebentar dan hanya sekejab kurasakan. Tetapi kasih sayangnya begitu dalam dan panjang kurasa.

Berseliweran sapa, canda, dan tawa dari cucumu selalu menjadi teman setia. Saat kerabat ikut berkunjung meski barang sejenak. Disana kulihat dengan jelas kebahagiaan tersendiri mewarnai senja raut mukamu. Nenek yang selalu kurindu.

#
Saat itu. Saat kau terbaring lemah dengan sakit tua yang mendera. Meski membuat repot keluarga. Tetapi semuanya berlandaskan tulus rasa sayang. Berdasarkan hati penuh ikhlas. Berhiaskan jiwa penuh sabar.

Mengeluh ataupun kejengkelan kecil-kecil dari ibu membuatku menyadari. Karena hanya sosok ibu yang ditengah kesibukannya, bekerja, merawat anak, mengurus rumah masih sedia ikhlas merawat nenek yang selama ini selalu menemani proses kehidupannya. Bahkan ketika aku menghantarkan beberapa kue buatan ibu. Ku masih ingat apa yang telah kau lontarkan saat itu. “tetangga sudah dikasih apa belum?” mendengarnya, aku terperangah. Disisi lain aku memang sempat terusik dengan perkataan nenek yang begitu memperhatikan tetangga yang berada disamping kiri rumah tepatnya. Kenapa? “Untuk apa memberi perhatian kepada tetangga yang selalu saja tak pernah bersikap baik dengan kita. Yang selalu memberikan sesuatu jika telah dianggap basi. Hanya untuk alasan mubadzir. Itukah? Padahal setahuku ibu selalu membagikan makanan terbaik untuk mereka. Bahkan saat ibu dulu sering membuat roti. Selalu saja ia berikan hasil terbaiknya.
Saat itu. Masih ingat dengan jelas nasihat ibu ditelingaku. “Kasihlah seseorang dengan terbaik pada apa yang kau miliki.” Setidaknya, minimal adalah sesuatu yang kau sukai”. Dan jangan sekali-kali kau memberikan sesuatu yang tak kau sukai kepada oranglain.”

Nasihat itu masih tersimpan dengan jelas. Sebagai salah satu panutan sikap. Namun begitu heran dan tak menyangka saja terhadap semua perilaku tetangga.

Tahulah ia tentang agama
Dalam landasan hidup
Sering kulihat dia
Berbondong-bondong dalam masjid

Berturutserta mengaji
Kesana kesini
Namun kini saat ia teruji
Dalam semua pesan Ilahi

Semua bukanlah sejati
Bukan pula berdasar hati

Apa sebenarnya yang masuk ketika sebuah ngaji ia hayati?
Benarkah hanya sebatas menunaikan kewajiban belaka?
Benarkah hanya masuk telinga kiri, keluar telinga kanan?
Atau bahkan belum masuk sama sekali kedalam telinga?
Hingga tak sempat ia keluar lagi ke telinga kanan?
Oohh hanya Tuhan yang mengerti

Meski dengan kondisi sakit, lemah serta tak berdaya. Sikapnya masih saja perhatian dengan sesama. Meski mereka sering menyakiti, tapi hati nenek telah menjadi intan yang tak pudar dalam perlakuan yang tak sebanding. Begitupun dengan ibu.

#
Saat aku melihat dengan sabar ibu mengusap, membersihkan kotoran nenek yang tertinggal di kasur. Menceboki bagian yang kotor. Menyuapinya. Menggantikan baju dengan penuh ketelatenan. Entah kenapa, air mata yang telah kusimpan rapat setetes demi setetes mengalir. Bahkan semakin deras. Kusembunyikan air mata ini. Kubiarkan ia meleleh ditempat lain yang tak ada seorang pun melihat. Tapi masih. Masih di tempat itu. Tempat tersimpan dengan beragam kisah.

Kasur yang semakin lama semakin mengeras. Semakin kering karena tertahan dengan badan nenek yang selalu terentang disana. Rasa empuk pun telah sirna. Bantal guling pun mulai terlihat kotor dan kusam. Juga dengan selimut yang selalu menyelimuti badan nenek. Berkali-kali. Sungguh berkali-kali diganti. Bahkan ibu telah menghabiskan banyak selendang sebagai tumpukan untuk menutupi badan nenek saat sedang buang air besar disana.

Bahkan saat pispot terlihat penuh dengan air kecil nenek, ibu senantiasa membuangnya. Aku selalu diam terpaku. Terkadang keikutsertaan ku hanya saat nenek tiba-tiba sedang jatuh. Aku dan hanya ibu yang kebetulan berada di rumah saja kewalahan mengangkat badan nenek untuk diangkat ditempat sisi seberang. Begitupula saat malam hari menghadang, aku ikut mendengarkan beragam cerita aneh yang dituturkan. Tersenyum dengan hati yang sebenarnya ingin menangis.

Berikut dua tahun sudah nenek menjalani ini semua. Tak hanya ibu yang senantiasa dengan segala ketulusan, kerelaan merawat nenek dengan sepenuh hati. Adik-adik dan aku terkadang ikut berperan serta merawat, meski memang tak sebanyak apa yang telah dilakukan oleh ibu. Ditempat itu. Tempat yang selalu kurindu dalam tabir kehidupan yang telah berlalu.

Bilik hati

Telah kubiarkan hatiku pergi
Melayang menghampiri mentari
Nun jauh kusirnakan
Nun dalam terlenakan

Begitu sepi saat kau pergi
Begitu sunyi menghantui
Oh mentari terangi elokmu untukku
Dalam kisah ku

Entah kapan aku bisa menangkap
Sinarmu dalam hatiku
Entah esok
Masih kubiarkan angin sedu menjagamu
Memelihara dalam belaian

Telah berlalu hari yang lalu. Dalam semua kesunyian menebar aroma di setiap sudut ruangan. Meja, almari, kursi, cermin, serta buku pendampingku terpaku selama ini. Melihat semua resah akan kegelisahan dalam kabut. Awan mendung mulai bergelayutan. Entah kini ataupun nanti. Tak mau nian ia beranjak pergi. Ku hanya seoggok hati. Gelap dan sunyi meliputi.

Bintang, masihkah kau bersinar dalam temaram sinar langkah yang kutemui. Memanduku dalam cerita hidup yang akan kurangkai. Telah lama dan peluh telah terurai dalam mengumpulkan berbagai keping susunan mozaik yang tercecer. Satu demi satu kurangkai. Tahap demi tahap ku lewati. Berharap semua mampu terkumpul menjadi suatu mozaik yang indah, dan tetap bersinar dalam proses kehidupan yang berjalan.

Aku ingin pergi keluar. Melihat dunia ini bersinar menyinari kegamangan hati. Kesunyian misteri kehidupan.

#
Deru suara kereta api bergemuruh dalam sisi langkah kaki ku yang berjalan. Begitu keras dan hati ikut terhentam. Klakson-klakson kendaraan pun mulai bersautan mengiring sang kereta api pergi. Pertanda masih begitu banyak rupa manusia yang memang tak pernah tahan mencapai titik kesabaran. Tetapi hati ku tetap sabar dalam mencapai mentari ku yang bersinar.

Langkah itu berat, tetapi juga langkah pasti. Langkah sabar. Langkah ikhlas terhadap semua pelik kehdupan. Kini bukan waktu untuk memikirkan yang telah lampau. Tapi pikiran ini terus saja mengingatnya. Berbagai peristiwa terkadang mengingatkan. Terkadang pula melupakan. Namun hati masih saja tetap tertahan. Mungkinkah hati ini bisa pergi? Sejenak melepas segala misteri. Melupakan semua. Menanggalkan segala perihal.

Aku tahu dan sadar bahwa sesuatu hal yang telah terjadi dan terangkai memang telah berjalan sebagaimana mestinya. Ia bukanlah perihal yang harus terbantahkan. Bukan pula hal yang harus disesali keberadannya. Tetapi sesungguhnya ialah perihal yang lebih untuk kita syukuri. Kehidupan ini tentu membawa segudang arti untuk kita pelajari dalam setiap misteri. Guru dalam setiap tindakan. Penuntun dalam semua perihal. Dalam seruan alam itulah aku belajar banyak hal.

Baik lewat semua penciptannya maupun dalam sesuatu yang diciptakan oleh insan manusia. Dari semua itulah terlantunkan berita akan pelajaran hidup disana. Meski begitu, dalam derap langkah kali terus berjalan, rasa aneh tiba-tiba membuncah. Angin melantunkan iramanya kembali berdesir. Daun-daun yang mulai bergoyang, berirama dengan sang angin, melengkapi kehadiran semua.

Suara celoteh anak dengan bisingnya, keragaman cerita oleh insan yang berkumpul bersorak sorai bergerombol dipinggir rel. Begitupula dengan sekelompok ibu-ibu berkumpul ria asyik dengan celoteh guncingannya. Namun keriuhan itu tak membuat hatiku tersenyum. Tetapi malah terpental dari keriuhan dan ingar bingar keadaan lingkungan.

Jejak langkah yang kutinggalkan kini telah membekas. Bersama itu kutinggalkan pula lembaran-lembaran hatiku yang kelam. Serpihan demi serpihan kini telah kubiarkan ia pergi bersama jejak diri. Meski sulit. Meski berat. Tertatih hati tuk melangkah menuju cerah. Bersama dengan membuang senyap sedih luka dan kelam warna.

Saat semua akan sirna, tertinggal dalam jejakku. Ku mulai bisa tersenyum. Pintu hatiku kembali terbuka. Lebar dengan segala ruang. Kosong benar tak berpenghuni. Kini aku akan mengisi dengan goresan warna indah. Pelangi yang selalu bersinar menepaki hidupku. Kan kuraih sinar sang mentari. Kan kujaga hati demi diriku dan demi sinar mentari, harapanku.

Sendu awan bergelayut di langit
Meski lalu ku terbenam dalam kelam
Kubiarkan kini ia pergi
Jauh serta sunyi

Pohon tak menyangka
Burung pun tak mengira
Semua hal kini bukan pura-pura
Tetapi nyata benar fakta

Kepulihan jiwa
Di sudut lorong sana
Ialah hati yang terlahir
Ialah hati bersih

Putih tak ternoda
Di bilikku ini
Ku hadirkan kembali
Semua warna hidup berhiaskan pelangi

Akan kutunggu
Penuh sabar
Dengan ikhlas
Serta kekuatan

Sang mentariku
Impianku
Meniti dalam setiap jalan
Kehidupan nanti



Tampomas, 27 Agustus 2010
15.49

awalnya

Masih ingat dengan jelas, saat kau mengirimkan sms itu. Malam yang dingin, gerimis rintik terbalut malam syahdu melangkahkanku keluar mencarimu. Masihkahkah kau ingat mas? begitulah dahulu panggilan sayangku untukmu.

Saat waktu menunjukkan dalam saat yang tak lagi waktunya untuk bertamu. Tetapi kau terus memaksaku. Memaksaku keluar karena kau tak tahu jalan menuju ke rumahku. Karena ini kali pertama kau menghampiri rumahku yang memang daerah asing bagimu.

Angin malam menyenandungkan iramanya. Bak irama syahdu memang tercipta mengiringi akan peristiwa ini. Hujan rintik pun berhenti. Meski cemas hati meliputi karena kau sungguh-sungguh akan bertamu malam ini. Tetapi dalam hati, perasaan senang membucah akan keseriusanmu. Keteguhanmu. Kau benar-benar mencariku.

Sesaat sebentar, ku melihat dirimu bersama dengan orang lain datang. Memang bukan kau seorang yang hadir waktu itu. Karena kutahu, semua jalan ini terlalu asing bagimu. Ia memang sengaja menjadi petunjuk arah jalan, apalagi dengan malam yang telah hadir memenuhi.

Bagiku memang bukan sebuah perkara. Tetapi, kau begitu bijak ketika ku sekedar bertanya tentang hal itu. "Maafkan aku, karena aku mengajak oranglain, karena ia lebih mengerti jalan menuju kesini. Sedang aku, sama sekali kutak pernah singah di tempat ini. Malampun juga bertambah larut jika nanti akau harus tersesat, dan harus sampai kerumahmu lebih malam lagi, "ucapnya lirih.

Meski sudah kupersilahkan masuk, tetapi tak juga urung dia mengizinkan dirinya untuk masuk. Sebatas hanya memberikan sesuatu padaku. Sekotak coklat, dengan boneka dan setangkai bunga. Sembari ia memperkenalkan teman yang telah membantu mencari-cari rumahku hingga setelah kutahu, ternyata ia harus berputar-putar berkali-kali hingga sampai menemukannya.

Wajah itu. Wajah sendu yang menatapku, sambil mengatakan "maafkan aku. .sekali lagi maafkan aku."

Meski terlihat, dia tak ingin pulang terlalu cepat tapi apa daya waktu tak mau mempersilahkannya barang sejenak. Senandung hanya sebentar berlalu. Malam dingin itu. Dalam pesona bintang yang ikut meramaikan. Serta sentuhan angin mulai mengikuti kepulangannya.

.....continue.....




Aku


Aku adalah aku
Dalam seonggok jiwa dalam raga
Hadir dalam berjuta rasa
Mencoba memahami keberadaan manusia

Dalam sajadah panjangNya
Terbentang di sebuah dunia
Melatih beragam kebaikan
Melantunkan kepribadian

Pesona kebersamaan
Menolong dan berkorban
Menjalin kebersamaan
Hadir sebuah kecintaan

Meski hidup cuma sebentar
Dan hanya sekali menapaki kehidupan
Namun hidup ingin bertahan
Dalam keserasian dan keharmonisan

Mengikuti jejak jalanNya
Mensucikan jiwa
Di hati yang telah penuh sesak ternoda
Kembali bersih dalam fitrahNya
Aku hanyalah aku
Berjalan menyelusuri makna
Kembali menata
Tuk pribadi yang dirindu olehNya

tentang ilmu

"Menuntut ilmu adalah fardlu bagi tiap-tiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan"
(HR. Ibn Abdulbari)

"Barangsiapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ilmunya ; dan barang siapa yang ingin ( selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula."
(HR. Bukhari dan Muslim)

"Sungguh sekiranya engkau melangkahkan kakinya di waktu pagi (maupun petang), kemudian mempelajari satu ayat dari Kitab Allah (Al-Quran), maka pahalanya lebih baik daripada ibadat satu tahun."


"Barangsiapa yang pergi untuk menuntut ilmu, maka dia telah termasuk golongan sabilillah ( orang yang menegakkan agama Allah) hingga ia sampai pulang kembali."
( HR. Turmudzi)

"Siapa saja yang beramal ( melaksanakan amal ibadah) tanpa ilmu, maka segala amalnya akan ditolak, yakni tidak diterima."

"Katakanlah hai Muhammad!. Adakah sama orang yang berilmu? Sesungguhnya yang dapat menyadari itu hanyalah orang yang mempunyai pikiran."
( QS. Az Zumar :9)

"Allah meninggikan segala orang yang beriman dan segala orang yang diberikan ilmu dengan beberapa derajat."
(QS. Al-Maidah :11)

"Aku diutus ini, untuk menjadi pengajar."
(HR. Baihaqi)

"Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu, kemudian menyembunyikan (tidak mau memberikan jawabannya), maka Allah akan mengekangkan ( mulutnya), kelak dihar kiamat dengann kekangan (kendali) dari api neraka."
(HR. Ahmad)










sejuk

Kulihat dimatamu
Bagaikan sebuah mata air
Begitu bening dan dalam airnya
Aku ingin berenang
Berendam sampai dasar
Menghirup sampai habis
Menghilangkan haus kembaramu

Surabaya, pasar seni Indonesia 2009
3 Mei 2009
Mengingat Bp Mahyar


Back the way
And find the way to your self
Ok!!!
Karena hidupmu akan lebih indah
Dan lebih berarti
Jika kau menjadi dirimu sendiri
Tempuhlah jalan berbeda

Jalan yang membuatmu
Memperkenalkan jati dirimu
Karena tujuanmu,
Impianmu,
Hanyalah milikmu

Hanya kaulah yang mampu melakukannya

Sosok aslimu
Dan dirimu yang sesungguhnya
Tak akan ada yang tahu
Kecuali dirimu

Lina
Citandui, 3 Mei '07

Hidup Baru

Selamat jalan masa lalu
Kusambut esok masa depan
Aku ingin menggapai bintang
Dalam bentangan langit
Mencari cerah cahaya
Tuk bersinar dalam ruang hidupku

Asal kau tahu
Hidupku akan lebih indah tanpamu
Hidupku adalah milikku
Kau siapa?
Masa lalu yang terlalu indah untuk diingat
Dan tak pantas untuk diulang
Kau harus mengerti satu hal
Aku masih tetap bisa melangkah
Tanpa senyum darimu

Lina
Citandui, 29 Mei '10

Bunda

Bunda memang bukan malaikat. . .
Namun katamu menoreh damai di jiwa
Hati luluh dalam rangkaian kata
Semua...
Gundah hati
Lenyap, hilang, musnah
Dalam perjalanan sang waktu
Oleh semua kasih sayang

Sang jiwa
Tidur tenang dalam kelembutan
Hati yang tergoreh
Terhapus oleh cahayamu
Terangi hatiku
Bunda

Sabar ..Ikhlas..
semua menjadi teladan bagiku
Bundaku. .
Aku mencintaimu

Lina
Abimanyu, 4 Jan 10


suaraku.....

Waktu terus berdetak sebagai bukti akan semua perubahan yang ada. Kehidupan pun terus bergulir seiring dengan dentakan sang waktu. Begitu juga dengan kehidupan yang dijalani oleh manusia. Meskipun terkadang, kita berusaha untuk mencintai apa yang sedang kita kerjakan. Tentunya hati pasti akan mengatakan suara jeritannya.

Suaranya pasti begitu murni terlontar. Dengan melihat semua kondisinya sekarang. Lalu, mana yang harus kupercaya? Mana yang harus kulakaukan sebagai sikap selanjutnya?

Sungguh ironis, jika kita menyadari satu hal yang selama ini terabaikan. Mungkin barangkali aku pikir hanya aku saja yang berpikiran demikian. Ternyata juga oleh yang lainnya.

Lalu, jika ternyata bukan satu orang saja yang berpikiran demikian. Bukankah itu hal yang benar? Setidaknya menurut hati nurani kami. Begitu dalam nian pikiran dan hati kami mengenai perihal tersebut.

Ya Allah, dimanakah seharusnya aku mengadu???Hanya padaMu Ya Allah. Tunjukkanlah cahaya terangMu, dan tunjukanlah mana yang benar dan mana yang salah pada kami. Agar kami selalu berjalan dengan jalanMu dengan penuh kepastian dan ketenangan. Kuatkan hati kami Ya Allah. .

Percayakan kami padaMu. Bukan percaya kepada sebilah pisau janji yang bisa rapuh ditelan dengan dusta. . .

Hati ini telah kenyang diombang-ambingkan dengan janji-janji penuh dusta. Jangan sampai janji dusta itu menghampiri kami lagi. .

Sesuatu pasti akan berada dalam orang yang benar dan saat yang tepat. Semuanya pasti akan dibuktikan oleh sang waktu.

Sedih..

Kesedihan sering sekali muncul dalam diri seseorang, bahkan dalam diriku. Ketika sesuatu hal yang diinginkan tidak terjadi atau ketika ada seseorang yang membuat hati kita terluka. atau mungkin masalah lain yang mungkin memunculkan rasa sedih dalam hati.

Aku memang tidak tahu bagaimana untuk menghilangkannya, namun setidaknya aku mencoba untuk tidak berlarut dalam kesedihan
Kata Mario Teguh, kesedihan adalah bibit untuk kebahagiaan jika kita tahu arah yang baik dibalik kesedihan.


JALAN KEBAHAGIAAN ADALAH JALAN TUHAN
ORANG YANG BERJALAN DALAM KEBAHAGIAAN, SESUNGGUHNYA DIA BERJALAN BERSAMA TUHAN
SERAHKAN DIRI KITA KE DALAM KEBAHAGIAAN, LALU APA YANG TERJADI???
....

Orang yang tidak pernah bersedih adalah orang yang tidak pernah mengenal apa itu kebahagiaan. Kesedihan, jadikanlah semangat untuk selalu menuntun hidup kita dalam keadaan senantiasa bahagia dan bersyukur atas karuniaNya.

Tersenyumlah,,,meskipun kesedihanselalu hadir dalam hidup, karena senyum itu abadi
Senyum
Menyenangkan
Indah
Low profile
Endless

Anata

dalam hening, ku selalu mengingatMu...
riuh kehidupan datang
namun hatiku...
hatiku
Semuanya tak seindah bayang-bayang

Allah, jaga hatiku, jiwaku, dan pikiranku..
Banyak hal yang terkdang sulit ntuk dicerna...baik hati maupun pikiran.
Semua kejadian yang telah terjadi begitu saja,,,tanpa kita sadari semuanya...semuanya telah berakhir.

hati baru, jiwa baru, serta pikiran baru melayanglah menghampiriku...
Aku ingin tinggalkan sejenak semua,,,,sebab tak akan bisa untuk dilupakan.
"Sebab semakin kau melupakan, kau akan semakin ingat....,"begitulah kata orang yang aku kagumi.

Hidup baru dengan semua semangat, hati, jiwa dan pikiran yang baru.....
Sebab diriku hanyalah milikku sepenuhnya.
Akulah Ratu untuk diriku sendiri.


Aku hanya selalu berdoa, dimana Allah yang aku cintailah yang setia ada di sampingku. Menjagaku, melindungiku, menyayangiku, menemaniku, menuntunku, serta mencintaiku....

dilema.....

Dilema

















u know why????

kebersamaan

Perbedaan, kesalahpahaman bukanlah hal sebaiknya yang harus diperselisihkan. Memang benar terkadang hal tersebut hadir dalam kehidupan manusia. Tengok saja jumlah manusia yang menghuni alam ini. Begitu banyak dan beranekaragam watak serta karakter sifat yang masing masing miliki.

Tetapi jika kita coba merangkul semua perbedaan tersebut dan mewarnai semua dengan kebersamaan. Hidup lebih terasa indah. Hidup akan memiliki jiwa tumbuh. Hidup akan lebih bermakna.

.........

Secuil roti jika dinikmati bersama akan lebih terasa kelezatannya. Tetapi sebongkah kue akan menjadi tak bermakna jika hanya dinikmati seorang diri. Karena dalam sebuah kebersamaan terdapat kebaikan dan rasa kasih sayang, menghargai dan menyayangi. Meskipun mungkin hanya secuil roti, kenikmatan yang tersimpan lebih indah karena dinikmati bersama.

Cobalah meneladani kebersamaan dalam seekor semut. Ia akan terus bersama ketika sedang mencari makan, ketika sedang hendak berjalan. Sesekali semua itu kita lihat dalam barisan semut yang tak pernah sirna. Bahkan jarang sekali mereka terlihat seorang diri ketika mendapatkan sebuah rejeki makanan.

Dan dari kebersamaan tersebutlah timbul sebuah rasa percaya. Kepercayaan yang begitu dalam. Bayangkan, ketika sang semut sedang mencari makan, pasti mereka mempercayakan arah dab jalan yang tepat oleh semut yang ada didepannya. Begitupula yang ada dibelakangnya. Begitulah seterusnya.

Marilah kita bercermin dari hal tersebut. Hilangkanlah semua perbedaan tetapi carilah kesamaan dalam menjalin hubungan. Entah itu dengan teman maupun dengan kekasih. Jika kita telah bisa melihat lubang kesamaannya saja, kebersamaan akan mudah terengkuh. Kepercayaan akan mudah terjalin dan hidup akan lebih indah.....

misteri

Siang itu, laiknya hari biasanya..masih cerah dengan berbagai semburat sinar matahari dalam seni perannya mewarnai hari. Keelokan dan keindahan itu nampaknya tak mau lagi sejenak bertahan. Semuanya tiba-tiba muncul kawanan awan tebal membungkus. Gelap. Semua sinar tak tampak lagi kehadirannya. Suasana serasa mencekam, bak sedang dilanda duka nan terdalam. Di pojok sudut sebuah rumah tak berpenghuni. Hanya kelam dan sepi mengisi. Terlihat dua orang sedang sepi menyendiri dari airyang menghujani seketika.


Semua nyawa mencekam. hujan deras mengguyur disetiap sudut kota. Tak terpenjara, namun cuaca kian menyiksa akan segala kedatangannya. Ingar bingar gelagak suara petir semakin tak terperih.

"Kota ini, gerangan apa yang akan terjadi?" jeritan hati dua insan yang dalam landa semua misteri.

catatan hari ini

Di hari senin yang indah ini, terlihat begitu cerah pemandangan di langit. Semburan sinar matahari yang begitu elok memenuhi bumi seisinya. Panas yang dihadirkan begitu menyengat kulit. Mengayuh sepeda di pagi hari saat matahari mulai beranjak tinggi. Uuuh amboiiiii panas sekali. Dengan pakaian hitam yang kebetulan melekat untuk hari ini, rasanya seperti masuk ke epidermis kulit. Mengalir, menyelusuri aliran darah.Uuuhhhh, terasa keringat yang berleleran di permukaan kulit... Aduhai "sumuknya????"

Mengayuh dan terus mengayuh, itulah yang terus dilakukan agar sampai ke tempat tujuan. Untunglah, saya dan teman bergantian dalam mengayuh. Tertawa, bercerita, bergurau menjadi obrolan kami selama kaki mengayuh sepeda. Sudah sekian lama saya tidak berada dalam peristiwa ini.
Rasa capek itu bak sirna sesaat tergantikan dengan semangat puasa hari ini.

Sesampainya di tempat tujuan, ku gerakkan langkah kakiku ke ruangan tempat aku belajar mengetik. Kugeserkan kipas angin, dan kusetel pada angka 3. Enak nian, angin itu melambai ke arahku, menghapus ke"sumuk"anku.

Tugas hari ini, memang tak begitu berat, hanya berfokus pada revisi, tetapi aduh.......kenapa dengan diri nian????Rasanya rasa malas menghantui diri. Tak berbeda dengan temanku.

Kucoba membuka sejenak, sambil mengisi kesibukan membuat "wordpress". Melihat blogger. Namun apa daya, rasa penat tersebut tetap tak mau beranjak. Ada apa dengan nian???

Kutengok jam yang melingkar di pergelangan tangan kiriku. Pukul 10.00 wib. Sekedar melepas kepeneta yang tak kunjung pergi, kulangkahkan kaki menuju ke kamar mandi, ambil air wudhu. Sejenak kuhadapkan diriku kepadaNya. Sholat dhuha menjadi pelampiasanku.

Beranjak dari sajadah, ke lekatkan lagi "bokong"ku di tempat duduk. Kupandangi sejenak komputer yang ada di depanku. Sambil mencari hiburan dengan mencari video upin-ipin, sejenak kutinggal sesaat untuk membaca dan mencoba merevisi ulang semua tugasnya.

Alhamdulillah, terasa lebih baik dari sebelumnya.......

Waktu berlalu,, hingga kuisi dengan berbagi kesibukan merevisi tugas dan sesekali mencuci mata dengan hiburan visual, layaknya seperti apa yang dikerjakan oleh anak muda pada umunya -membuka facebook-

dan saat ini, waktu menunjukkan pukul 15.00, 28 Juni 2010, seorang gadis yang sedang sibuk mengetik tulisan di blog tentang sebuah dirinya sendiri, masih dengan pemandangan luar yang begitu terang dengan panasnya sengatan sinar matahari.....


sampai jumpa......

ja mata ne
^_^

semangat untuk bangkit

kesulitan dan segala kesedihan memang selalu menaungi dalam sajadah kehidupan manusia. Mereka ibarat bumbu kehidupan yang tak mungkin lagi terelakkan kehadirannya. Bagi insan yang sedang dilanda duka, bukalah mata. Lihatlah dan tengoklah keluar, jalan kebahagiaan masih membentang luas menantimu. Jangan biarkan segala macam kesedihan menjadi tembok dalam menuju kebahagiaan.

Tersenyumlah,
jadikan kesedihan sebagai penyemangat hidupmu untuk bangkit menjadi manusia yang tegar. Manusia yang penuh dengan rasa semangat membara dalam meraih asa dan cita-cita.
Manusia yang senantiasa berjuang demi tujuannya,

Tahukah kawan,
Setiap insan terlahir di dunia ini hanya sebentar,
pernahkah mengamati bintang yang berkerlipan di langit indah pada malam hari?
Pesona keindahannya tak pernah bosan untuk dinikmati,
keelokkannya tak pernah surut,

bintang yang selalu menyejukkan mata pada setiap orang yang memandang, adalah bintang yang tampil pada 8 tahun yang lalu....
Kenapa? Karena cahaya hanya mampu mencapai bintang terdekat dengan waktu 8 tahun cahaya. Jadi, bintang yang sedang insan lihat saat ini adalah bintang yang tak lain adalah bintang pada saat 8 tahun yang lalu. Karena sinar yang mampu ditangkap oleh mata manusia, adalah sinar yang telah menempuh perjalanan selama 8 tahun cahaya. Karena sinar juga membutuhkan waktu unttuk menempuh jarak.....

Lalu, jika di ukur dalam umur manusia, berap tahunkah dalam menempuh semua itu?
Mari kita berhitung,

Bintang tersebut mempunyai kecepatan cahaya 300.000 km/detik. Dan cahaya membutuhkan waktu 8 tahun yang berarti = 8 th x 365 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik x 300.000 km
= 75.686.400.000.000 km
= 75 triliun kilometer

Jika kita menempuh jarak tersebut dengan menggunakan pesawat Columbia yang memiliki kecepatan 20 km/jam, teryata kita akan sampai dengan membutuhkan waktu selama 428 tahun atau kira-kira 5-6 generasi untuk sampai kesana......
Subhanallah………

Begitu dahhsyat bukan insan???
Lalu dengan waktu yang telah diberi oleh Tuhan yang hanya sebentar, masihkah kita hanya memikirkan kesedihan semata???

Ayolah tersenyum,
Ayolah semangat
Ayolah bangkit dan lakukan yang terbaik untuk semua orang.......
jadikan hidup ini berarti buat diri kita, keluarga, saudara, dan orang lain....dan orang yang kau sayangi..

semangat !!!!
terus maju, melangkah menuju kebahagiaan mu,










menunggu

pagi yang menyambut,
hingga sampai saat ini. . .
tak juga datang
tak juga menghampiri...
entah kapan tugas tersbut akan dikirim,,
sejenak ku biarkan diriku bebas

menunggu apapun
tal pernah enak...
karena semua dalam penantian yang belum jelas. .
aku menunggu sejak pagi sampai sekarang
namun tak urung jua datang
ahh....sabarkah diriku?

sudah jam segini
kapan ya???
tak tahu dech...
mataku mulai tak tertahan....
ingin terpejam
semua dalam penantian...

Massugu 9o!!!!

Teruslah melangkah sejauh langkahmu mencapainya
biarkanlah orang lalu berkata demikian rupa
kerjakanlah sesuatu yang baik
selama denyut nafas masih membekas dan melekat dalam raga

Semangat..semangat..semangat......
Terus berjuang dalam semua hal yang kita inginkan
tersenyum kepada semua orang
serta berjanjilah untuk menjadi seorang yang optimis dalam melihat hidup

hidupku tak akan sama denganmu
karena langkahmu berbeda dengan langkahku...
hari ku esok akan lebih berarti saat ku menyadari akan perbaikan hari ini yang lebih baik
kau tahu teman.......
menikmati setiap detiksaat ini lebih indah ketimbang memikirkan kejadian nanti yang masih dibalut dengan misteri.....

semangat berbuat
semangat bersikap
semangat bercita cita
semangat berbuat
semangat mencapai apa yang di inginkan
semangat untuk berbuat baik


semangatlah untuk orang orang yang kamu sayangi....
^_^


Membuat kelapa muda sintetis

Ternyata, bisa lho membuat kelapa muda sintetis sendiri?

Kita bisa membuat kelapa muda sintetis tersebut dengan memakai agar-agar.
Pertama, masak 3 cangkir santan dan gula secukupnya dengan agar-agar yang berwarna putih. Setelah matang, ambil salah satu sendok dan siramkan pada permukaan es batu yang berbentuk balok. Diamkan dan biarkan sejenak selal beberapa menit. Setelah itu, keroklah dengan sendok. Ingat dengan sendok,,,jangan dengan garpu
Sebab, tak akan bisa menghasilkan hasil yang baik....( tapi kalau di coba juga boleh)
Setelah dikerok, lihatlah hasil kerokannya, pasti akan menyerupai keelokan kelapa muda bukan?

Lakukanlah hal tersebut secara berulang hingga agar-agar tersebut habis. Kelapa muda sintetis buatan sendiri ini bisa dipakai campuran kelapa muda asli sebagai tambahan minuman es kelapa muda atau campuran ke dalam minuman lain,, tentunya sesuaikan dengan selera Anda.

Selamat mencoba dan menikmati

Aromaterapi Teh Hijau

Perempuan manakah yang tidak menginginkan kulit mulus? Dambaan memiliki kulit halus dam mulus bukan hanya diinginkan oleh para kaum hawa saja melainkan mereka kaum adam juga menginginkan seseorang yang menjadi kekasih hatinya mempunyai kulit yang sempurna.

Kulit manusia sangatlah rentan terhadap berbagai hal yang membuat kulit kusam dan kering seperti paparan sinar matahari dan polusi lingkungan yang semakin buruk.

Kini, perawatan kulit menjadi ajang yang sering bermunculan dalam kehidupan. Berbagai macam cara dan obat kini tersedia untuk perawatan kulit. Ada salah satu perawatan kulit memakai bahan herbal dengan memanfaatkan aromaterapi. Salah satunya dengan menggunakan teh hijau. Selain baik untuk kesehatan, daun teh hijau tersebut juga bermanfaat untuk kecantikan kulit.

Lulur aromaterapi pada teh hijau mampu memberikan berbagai manfaat :

v Mengangkat sel kulit yang mati.

v Melembabkan kulit yang telah kering.

v Merilekskan otot-otot tubuh.

v Mampu membersihkan dari kotoran seperti jerawat yang sering tumbuh di punggung.

v Antioksidan yang dikandungnya mampu membantu mengecilkan pori-pori di punggung dan dada.

Proses aplikasi lulur aromaterapi teh hijau melalui beberapa tahap sebagai berikut :

1. Siapkan bahan yang digunakan sebagai lulur aromaterap seperti teh hijau dan oil beraroma lavender atau aroma lainnya yang sesuai dengan selera Anda. Dengan panaskan semuanya terlebih dahulu. Sebagai bahan tambahan untuk menciptakan suasana tenang yang mampu merilekskan tubuh, putar alunan musik yang lembut.

2. Oleskan Oil Lavender tersebut ke sEluruh tubuh untuk persiapan pemijatan. Biasanya pemijatan diawali dari telapak kaki sampai punggung. Gerakannya pun harus dilakukan ke arah atas. Ini dapat berfungsi untuk melancarkan proses peredaran darah. Oil lavender yang dioleskan, mampu melemaskan otot-otot tubuh sebab ia mudah meresap ke tubuh dan mampu membuka pori-pori kulit. Selain enak dan peewee tentunya tubuh juga beraroma bebungaan. Uuhhh,,..pasti rasanya enak.

3. Setelah merasakan keenakan dipijat, langkah berikutnya olesi bagian tubuh tersebut dengan campuran air mawar. Tunggu selama 5-10 menit atau setengah kering. Jika uwdah selesai, gosok perlahan. Kalau bisa utamakan sapukan lulur pada bagian tubuh yang kering dan berjerawat seperti bagian punggung dan dada.

4. Ketiga proses tersebut yang telah terlewati mampu menyebabkan kulit terasa lembab dan wangi…pasti fresh bukan rasanya???? Setelah itu steam selama 15 menit, sampai keluar keringat sebagai khasiat lulur dapat terserap dengan baik.

Biasakan lakukan perawatan ini setidaknya 2 minggu sekali atau sesuaikan dengan kondisi kulit Anda. Selain tubuh menjadi segar dan rileks. Aktivitas akan siap Anda kerjakan dengan penuh semangat baru kembali.

Selamat Mencoba

Langit Senja

Indah nian, pemandangan yang diberikan oleh alam.
Tak akan pernah habis dinikmati dalam jangkaun tangan manusia.

Sisa-sisa sinar matahari di sore hari saat dia mulai berpamitan dan meninggalkan semua kewajiban bersinarnya di tempat yang selama ini kurindukan, dan berpindah ke tempat lainnya di belahan bumi yang lain untuk kembali bersinar.

Matahari, sanggupkah aku menjadi sepertimu? Yang tak pernah lelah memberikan sinar, tak pernah lelah berbagi secercah cahaya kepada siapapun yang menerimanya.
Kesetiaanmu pasti dan tak akan pernah luntur meski berjuta hirauan yang sering tampil dalam sikap manusia.
Kehadiranmu memberikan sejuta arti dan manfaat bagi khalayak.
Sinarmu tak akan pernah redup meski awan tebal menutupi.

Mampukah aku berperan menjadi sepertimu? Aku ingin membagi sinarku kepada setiap orang. Aku ingin membagi kebahagiaan, kesenangan, keindahan kepada keluarga, teman-teman, dan orang-orang yang kusayangi keberadaannya. Aku ingin kehadiranku selalu bersinar meski begitu banyak awan-awan tebal yang muncul menutupi.

matahariku
Indahmu
sinarmu
kehangatanmu
selalu kurindu

detik waktu
menjadikan setiap langkahku
selalu bersamamu
selalu saja kutunggu
wahai kekasihku

semuanya dalam penantianku

senyumlah karena semua itu indah. . .

Semarang dalam hari ku senang....
saat semuanya telah kembali dan kusadari betapa ternyata hanya pikiran dan anggapan ku semata yang selama ini terlalu berlebihan.
Setiap orang pasti sangat wajar jika mempunyai kesalahan. Berusaha untuk memaafkan baik diri sendiri maupun orang lain adalah perwujudan kebahagiaan tersendiri dalam nuraniku.
agiku memaafkan adalah hal luar biasa yang bisa kulakukan..

Kau tahu teman. . .
aku selalu belajar,. belajar,. dan belajar untuk menjadi orang yang senantiasa memaafkan
bukankah tidak salah jika kita senantiasa terus belajar untuk menjadi orang yangbaik???


kehidupan memang dipenuhi sesak dengan berbagai masalah ataupun berbagai pengaruh-pengaruh baik yang positif maupun yang negatif, namun jika kita dapat mengkaji semua dan dijadikan sebagai sebuah pelajaran. Semua sikap yang akan kita tunjukkan dalam melangkah pasti adalah sikap yang penuh dengan segala kesiapan.
Semakin hari akan menjadi sosok orang yang semakin baik dalam bertingkah laku....

Ya Allah, bantu hamba Mu ini untuk selalu menjadi orang yang mampu mengambil hikmah terhadap semua permasalahah yang menimpa. Sebab dunia ini masih tersenyum untukku. Alam masih senantiasa melakukan segala rutinitas keteraturannya. Semuanya masih berjalan sebagaimana mestinya.....

Tetaplah tersenyum untuk hari esok yang lebih baik. . .
:)


Nama-nama Islami dengan Awalan Huruf 'L'



Nama Arti

Laki-laki

Labib Cerdik, munasabah
Labid Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Lamani Kegemilanganku
Lamin Kepercayaan
Lathif Lembut, bersopan
Lazim Tetap
Lazman Tetap
Lais Berani
Lujaini Keputihan, perak
Liaqat Kebolehan, keupayaan
Liwaun Nashari Panji kemenangan
Liwauddin Panji agama
Luthfi Kehalusanku
Lizam Yang mendiami
Lubaid Yang kaya
Luqman Nama nabi, bijaksana
Lubawi Yang pintar
Luth Nama nabi
Luzman Tetap
Luthfan Lemah lembut
Lutfillah Taufik Allah
Lutfir Rahman Pertolongan Allah
Lutfil Hadi Taufik Allah Yang Maha Memberi Petunjuk


Wanita

Labibah Sehat akal dan cerdik
Laela Malam yang gelap
Laimun Buah jeruk yang manis
Lam'a' Berkilau
Lathifah Lemah lembut
Layanah Kehalusan - Kelemasan
Lubna Buah kenitu
Lujmah Bukit yang datar
Lu'lu' Permata - Mutiara
Lum'ah Kilauan
Luqyana Perjumpaan kita
Luthfiyah Lemah lembut


Red: Republika Newsroom

saat semua kembali padaNya

Semarang, hariku berduka
kemarin siang, sebenarnya ingin kusampaikan, namun sayang karena ada suatu sebab aku tak kuasa untuk menuliskannya.
Dua hari yang lalu, aku sering sekali membicarakan soal kematian kepada temanku. Tetapi tak kusangka kemarin, aku mendengar akan kabar teman lamaku telah dipanggil olehNya. Masih ingat dengan jelas dalam benak tentang masa-masa saat sekolah dasar dulu. Bagaimana kita tertawa, tersenyum, bertengkar. Saat-saat seperti itu telah berlalu. Dan sekarang, salah satu dari kita ada yang telah dipanggil olehNya. Sampai jumpa teman. Semoga amal ibadahmu diterima disisiNya. Serta mendapat tempat yang layak disana. Amien. Doa kita selalu menyertaimu temanku. . . .
Kau adalah teman kami dan akan selalu menjadi teman kami selamnya dalam hati dan jiwa kami.


Saat kematian datang,,,sungguh suatu misteri. Mereka bahkan tak pernah meminta sebelumnya. Lalu kenapa masih ada orang yang menginginkan kematian????Apalagi itu temanku lagi "yang lain".
Saat manusia rapuh, memang kebanyakan mereka mengingat kematian, mereka akan merasakan bahwa semuanya hampa, semuanya kosong. Kita bukanlah makhluk yang berguna. Sepertinya banyak orang yang tidak mempedulikan aku lagi. Kata-kata itu lebih sering didapat ketimbang sebuah kata untuk memotivasi diri sendiri. Hal itu, saya anggap wajar. (mungkin karena aku pernah mengalami kondisi tersebut)
Tetapi sangat salah jika masih fokus pada keterpurukan tersebut. Kita masih mempunyai teman-teman yang mampu menjadi "penabur"gula akan pahitnya kehidupan yang dialami.

Bayangkan, mereka yang sebaliknya. Mereka yang masih sangat lama menginginkan dalam merasakan indahnya kehidupan, harus dipanggil Sang Kuasa.
Anda tahu?? Mereka tak pernah menginginkan hal itu terjadi. Tetapi apa daya, sang maut tak mau lagi bernego terhadap sebuah waktu.

Begitupula dengan Anda dan teman-temanku yang saat ini terpuruk dan menginginkan kematian datang menghampirinya. Sesungguhya, sangat bersyukur kita masih diberi kesempatan umur yang lebih, yang dapat kita gunakan untuk melakukan perubahan sikap. Sebagai bahan kajian untuk menjadi sosok manusia yang lebih baik dan dapat berguna dalam menebarkan aroma kebahagiaan bagi siapapun.

Pintu kematian, memang sungguh ghaib. Kita sejatinya, tidak pernah tahu apa yang ada di balik pintu tersebut. Tetapi alangkah Indahnya jika kita tidak menjemput kematian yang kita inginkan. Biarlah Dia yang menjemput kita dengan kematian yang Ilebih indah.

untuk temanku "yang lain"
teruslah kau bangkit untuk harimu yang lebih indah. Ingat, kau msh pnya diriku yang akan berusaha menjadi sahabat yang baik untukmu...temanku, janganlah kau bersdih.
kembangkan senyummu seindah mungkin.......
teman, aku masih menyayangimu

berjuang dalam kerapuhan

sang jiwa tak pernah tahu apa yang dirasakannya,,,
semakin hari jiwa ini semakin rapuh
kabut misteri
menutupi jendela hati
gerangan nanti
esok entah apa yang terjadi

sang jiwa
knapa kau seperti ini???
rapuh dalam keskosongan yang tak berarti

ingat
semua nya masih mencintaimu
bahkan Sang Kholik masih sayang kepadamu
masihkah. . . masihkah. . . masihkah...
kau hadir dalam kesepian?
dalam kerapuhan?
dalam kekosongan?

ketika dunia mulai tersenyum padamu
ktka seorang teman masih ada yang seantiasa hadir dalam ruang lingkup sedihmu
knapa kau tidak membuka mata

biarlah semuanya yang seperti itu
biarlah berlalu
jangan pernah kau biarkan hal itu merapuhkanmu
jangan biarkan dia menendangmu
jangan biarkan dia merenggut hati kebahagiannmu

sambutlah esok
dalam surya yang senantiasa tersenyum,,,tertawa,,,
dalam pancaran sinarnya

sambut hari esok
bukalah pintu masa depanmu
yang lebih indah dari yang pernah kau bayangkan

Semarang dalam hari ku bertanya
dalam hari ku menepi
akan semua hal yang penuh dengan misteri

Apakah kau tahu teman?
saat kau benar-benar ingin memutuskan tali itu,,,kau akan menyadari suatu hari nanti dimana saat kau akan membutuhkan dia.
Kau tak akan menemukannya....
dia telah pergi dan tak lagi ada setitik perhatian maupun sebuah asa untukmu,
karena waktu akan bicara
alam akan menunjukkan
karmanya kepada setiap orang yang melakukannya.....

dunia ini akan lebih indah ada atau tanpa dirimu,
kesejatian diri hanya ada pada orang yang mau menghargai,,,mau berbagi,,,mau menjalin silaturahmi kepada siapapun
dan saat kau memutuskan tali silaturahmi itu,
kiranya nanti tak akan kau dapatkan sesuai apa yang kau inginkan,

semuanya datang menghampirimu dengan kepalsuan
hanya muka topeng yang akan mereka tunjukkan padamu
tak akan pernah kau temui hati yang tulus...
sebab ketulusan juga tak pernah hadir menyertaimu


Hidup bukan seperti tonggak yang berdiri kokoh dengan segala macam ego yang ada.
hidup itu harus lentur dengan berbagai macam aspek yang menaunginya....
ingat itu,
keegoan hanya akan membuat hidupmu dipenuhi dengan kepalsuan.......

kerapuhan hati

Semarang,
dalam kekacauan hati ku terus bertanya...
Ya Allah, masihkah ada waktu untukku yang Kau beri kebahagiaan, kebersamaan, keindahan dalam pancaran senyum, serta berbagai anugerah terindah yang Kau izinkan untuk mampir dalam bilikku???

Ya Allah,,tahukah?
hati ini sakit,,
pudar ditelan bersama jutaan akan hinaan

Allah, saat aku berusaha menjadi baik,
apakah ini balasannya???
semuanya telah hancur Allah..
masihkan hamba mampu mengkokohkan kembali hati hamba yang telah rapuh???
masihkah hamba dapat mengumpulkan kembali sisa-sisa atas kehancuran hati hamba???
secerca petunjuk dan jalan lurusMu akan selalu kunanti. .
menemani hati dalam duka, tangis dan sedikit tawa

Allah, begitu indah jika hamba dapat kembali ke rumahMu dengan sesuka hati hamba...
Sejenak ingin sekali kutengok,,,
saat hamba dapat berkumpul dengan orang-orang yang memang baik atas pilihanMu,,,

hamba terlalu rapuh untuk berhadapan dengan semua ini. .
hamba tak yakin apakah mampu menahan semua ini???

Tunjukkan jalan lurusMu Allah
Tunjukkan semua kebenaran ini Allah
Allah,
hanya Kau tempatku meminta
hanya Kau tempatku bersandar akan semua yang telah berat menimpa..

Terimakasih,,,,
Allah yang selalu menjaga hati, jiwa, dan raga ini untuk selalu berjalan di jalan panjang membentang sampai pintu kematian. . .


Menyendiri lebih baik
daripada berteman dengan orang jahat
Berteman dengan orang shalih
lebih baik daripada menyendiri
Uzlah(mengasingkan diri) adalah ibadah
Bertafakkur adalah ketaatan
introlebih lengkap disini
intro

lebih lengkap disini

try

hstuyikyskyyujtymjstujtjlanjutan ystujyduyu