|
Gemuruh hati ini selalu saja hadir. Entah apa penyebabnya, aku pun juga tak mengerti. Kondisi hati ini memang sering labil. Apalagi jika mengingat akan semua sikap dan perilakunya kini. “Lalu?? Masihkah akau tetap bertahan dengan perasaan ini?, “ Itulah yang kini menjadi pertanyaan besar yang masih sedia terbentang di alam pikiranku.Baru saja sekitar beberapa menit yang lalu, saat ku singgahkan diri menghampiri Facebook –jejaring favorit semua kalangan - aku melihat salah satu teman yang mengangkat status, “ jangan mengejarnya. Dan jangan mencarinya. Dia yang akan menemukanmu. Kau lekat dihatinya. Dihari yang tepat. Reff : Tidaklah mawar hampiri kumbang. Bukanlah cinta bila kau kejar. Tenanglah. Tenang. Dia akan datang. Dan memungutmu kehatinya yang terdalam. Bahkan, dia takkan bertahan tanpamu.”
Sungguh. Sungguh. Aku tersadar. Bukan saatnya aku kini menanti ataupun mengajaknya untuk kembali padaku. Tetapi dari itulah akau hanya bisa menangkap sebuah pertanda yang Tuhan berikan. Bukankah pertanda itu terkadang mampu hadir saat kita benar-benar membutuhkannya?
Sebenarnya, sudah hampir setahun kepergiannya. Tapi entah kenapa, hatiku tak bisa mengingkari jika rasa itu masih jelas-jelas lekat berada dihatiku. Kepergian itu memang bukan kenginanku. Tapi aku juga tak tahu apakah itu keinginannya. Yang jelas kita berpisah bukan karena suatu sebab, namun karena ada sesuatu –yang sulit dijelaskan- memaksa kami untuk berhenti berhubungan.
Melangkah menuju impian kami, itulah pada akhirnya jalan yang kami tempuh masing-masing. Mungkin memang Alloh berkehendak demikian buat kebaikan kita semua. Kubiarkan diri ini menghormati akan semua keputusan terbaikNya.
Namun, satu hal yang masih mengganjal. Saat kondisi dimana kita sudah memang tak seperti yang dulu. Lalu, kenapa kini kau mengacuhkan aku sama sekali??? Apa salahku?
Kau tahu, hatiku sakit. Sakit sekali melihat perlakuanmu sekarang padaku. Aku siapa?? Oke, memang tidak seperti yang dulu, tetapi apakah terus seperti ini? Mengacuhkan aku dan tidak pernah sedikitpun menganggap keberadaanku???
Hanya Alloh yang tahu. Sejujurnya, aku masih tulus kepadamu. Namun kini, aku juga tak tahu. Aku tak mau lagi terperangkap dan terjebak dalam kesedihanku. Hidupku masih panjang dan akan berjalan lebih panjang. Aku tak ingin semua rasa ini juga berakhir percuma. Aku ingin membebaskan hatiku kembali. Terbang bersama burung. Berkelana sejauh mungkin dengan sinar mentari yang senantiasa setia tanpa henti menemani langkahku.
Terimakasih telah memberi rasa itu padaku. Terimakasih juga telah membuat diriku berarti dimatamu. Membuat diriku seakan sempurna dan begitu indah dalam keberadaan hidupku.
Kini, semua hati telah kutitipkan pada sang Ilahi. Kutitipkan hatiku padaNya dan kubiarkan tangan-tanganNya yang akan bekerja jauh lebih sempurna untuk hidupku kini, maupun nanti menuju lebih baik dan lebih indah. Dalam kebebasan hati ini, ia akan lebih indah terbang melayang menuju kebebasan. Dan saatnya kembali nanti, sudah ada kebahagiaan yang telah disiapkan olehNya untuk menyambut kehadiranku.
Terimakasih Alloh,
Penjaga hatiku,
Dalam asma terindah kuingin selalu mengingatMu
Disetiap desah nafas dalam hidupku.
^_^






